Sedikit ingin mengaplikasikan ilmu yang saya dapat di pelatihan mengurai kata mengikat makna. Pelatihan yang menekan kita untuk mengeluarkan apa saja pikiran kita terhadap objek yang kita amati dan menuliskannya dalam bentuk tulisan baik di kertas atau di media elektronik.
Pagi ini saya tertarik untuk mendengarkan sebuah lagu dari Lenka yang berjudul "Everything at Once". mungkin nama Lenka sudah tidak asing di telinga para penikmat musik. Ia terkenal lewat lagu "the show". selain itu, akhir-akhir ini ia muncul di iklan windows 8. video klipnya terlihat unik dengan background hitam putih serta gerak tari Lenka yang terlihat unik. ditambah lagi dengan irama lagu yang terdengar mengalun terbata-bata menambah kesan unik video klip tersebut.
Sempat mencoba untuk menebak-nebak berapa kira-kira umur Lenka. Awalnya saya mengira Lenka berumur sekitar 20-an. Karena memang terlihat seperti itu di video klipnya. Namun, saya terkejut, ketika mencari di google, ternyata ia kelahiran 1978, berarti sekarang sudah sekitar 34 tahun. Saya masih belum percaya karena melihat wajah dan gerak tarinya di video klip tersebut tidak terlihat ia seperti orang yang berumur lebih dari 30 tahun.
Mungkin itu yang bisa sedikit yang bisa saya ceritakan tentang lenka. :D
Kamis, 29 November 2012
Senin, 11 Juni 2012
Kisah Perjalanan : Gunung Lima
Langit masih gelap saat saya, Ocul, Ulil dan Rija melaku. Karena hari itu, 17 Mei 2012, kami akan melakukan
perjalanan Pendidikan Lanjut Gunung Hutan (Diklan GH). Lokasi yang akan kami tuju adalah Perkebunan Teh dekat Desa Riunggunung.
Selesai sarapan kami segera mengangkat carrier dan memulai perjalanan Diklan GH. Agar tiba ke lokasi lebih cepat dan tidak repot ganti-ganti angkot, kami menyewa angkot dari zipur sampai ke titik awal di area perkebunan teh. Setibanya di lokasi kami melakukan navigasi. Setelah setengah jam navigasi kami melanjutkan perjalanan.
Pukul 13.00 kami berhenti untuk makan siang. Selesai makan siang kami melanjutkan perjalanan. Pukul 16.00 kami tiba di puncak Gunung Lima yang merupakan titik camp pertama. Hujan membuat kami harus segera menyelesaikan camp dan membuat api. Malam ini kami membuat camp kelompok. Selesai makan malam dan eval kami tidur agar bisa melanjut perjalanan esok.
Esok paginya kami melanjutkan perjalanan setelah sarapan dan packing. Sampai ke titik makan siang perjalanan masih sesuai dengan ROP. Namun perjalanan setelah makan siang tidak semudah yang diperkirakan. Jika melihat peta, kami seharusnya hanya perlu melipir di satu puncakan. Tapi, terlalu asik melipir sehingga kami tidak sadar telah melipir di puncakan yang lain. Setelah satu jam berjalan barulah kami sadar bahwa kami telah salah jalan. Perlu waktu yang cukup lama untuk mengetahui dimana kami berada. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke jalur sebelumnya.
Waktu semakin sore kami harus mencari tempat camp kedua. Kondisi medan yang sempit dan penuh dengan semak membuat kami kesulitan mencari tempat camp. Sampai akhirnya kami mendapatkan tempat yang cocok untuk tempat camp di dekat kami makan siang tadi. Kami kesulitan membuat api karena sumber kayu yang sedikit dan hari yang semakin gelap. Malam ini kami membuat camp perorangan. Selesai makan dan eval kami langsung tidur tanpa ada api yang berhasil menyala.
Perjalanan hari ketiga lebih sulit dari pada hari-hari sebelumnya. Karena kami harus menebas jalur untuk bisa sampai ke camp ketiga. Namun hingga siang hari kami masih terlalu jauh untuk menuju titik camp ketiga. Kami berhenti untuk makan siang dan navigasi. Selesai makan siang pendamping kami, bang pari, mengarahkan kami agar lebih cepat menuju camp ketiga. Dengan demikian kami bisa sampai ke camp ketiga sekitar pukul 16.00. Kami harus membuat camp dengan seluruh kemampuan karena malam ini kami membuat bivak alam.
Setelah camp selesai dan makan malam kami melakukan eval. Di eval pendamping meminta kami tidur kalong selama dua jam. Kami segera menyiapkan perlengkapan untuk tidur kalong, seperti ponco, lilin dan webbing. Usai mendapat arahan dari pendamping, kami diarahkan menuju pohon yang akan digunakan untuk tidur kalong. Setelah dua jam tidur kalong kami kembali ke camp untuk tidur yang sebenarnya.
Pagi harinya setelah sarapan kami bersiap untuk melakukan kegiatan SAR. Materi SAR yang dilakukan yaitu Detection dan Confinement. Pada materi SAR diceritakan bahwa toshio menjadi korban dan kami hari harus mencari dan mengarahkan agar ia bisa tiba di titik SAR. Setelah SAR selama 4 jam kami kembali ke camp dan menyiapkan makan siang.
Setelah selesai makan kami packing untuk pulang ke sekre. Kami harus menuju ke desa Gombong agar dapat naik angkutan ke terminal Ciwidey. Dari Ciwidey kami naik angkutan sampai ke Kopo Sayati. Terakhir kami naek angkot sampai ke gerbang kampus di jalan Palasari. Setibanya di sekre kami melakukan eval dan pulang ke tempat masing-masing. Selama tiga hari setelah itu, kami mencuci perlengkapan dan meletakkannya ke tempat semula.
Perjalanan hari ketiga lebih sulit dari pada hari-hari sebelumnya. Karena kami harus menebas jalur untuk bisa sampai ke camp ketiga. Namun hingga siang hari kami masih terlalu jauh untuk menuju titik camp ketiga. Kami berhenti untuk makan siang dan navigasi. Selesai makan siang pendamping kami, bang pari, mengarahkan kami agar lebih cepat menuju camp ketiga. Dengan demikian kami bisa sampai ke camp ketiga sekitar pukul 16.00. Kami harus membuat camp dengan seluruh kemampuan karena malam ini kami membuat bivak alam.
Setelah camp selesai dan makan malam kami melakukan eval. Di eval pendamping meminta kami tidur kalong selama dua jam. Kami segera menyiapkan perlengkapan untuk tidur kalong, seperti ponco, lilin dan webbing. Usai mendapat arahan dari pendamping, kami diarahkan menuju pohon yang akan digunakan untuk tidur kalong. Setelah dua jam tidur kalong kami kembali ke camp untuk tidur yang sebenarnya.
Pagi harinya setelah sarapan kami bersiap untuk melakukan kegiatan SAR. Materi SAR yang dilakukan yaitu Detection dan Confinement. Pada materi SAR diceritakan bahwa toshio menjadi korban dan kami hari harus mencari dan mengarahkan agar ia bisa tiba di titik SAR. Setelah SAR selama 4 jam kami kembali ke camp dan menyiapkan makan siang.
Setelah selesai makan kami packing untuk pulang ke sekre. Kami harus menuju ke desa Gombong agar dapat naik angkutan ke terminal Ciwidey. Dari Ciwidey kami naik angkutan sampai ke Kopo Sayati. Terakhir kami naek angkot sampai ke gerbang kampus di jalan Palasari. Setibanya di sekre kami melakukan eval dan pulang ke tempat masing-masing. Selama tiga hari setelah itu, kami mencuci perlengkapan dan meletakkannya ke tempat semula.
Sabtu, 26 Mei 2012
Desa Wangunsari
Sebuah turbin yang dapat menghasilkan listrik untuk belasan rumah. Serta kincir air yang dimiliki setiap rumah membuat desa tersebut mampu bertahan tanpa PLN. Karena desa ini sulit di capai jaringan listrik PLN.
Jalan utama desa Wangunsari hanya jalan setapak yang terjal. Sehingga alat transportasi utama desa
Wangunsari adalah sepeda motor yang diatur agar mampu melewati jalan ters. Agar tidak licin saat hujan, maka warga setempat berinisiatif untuk meratakan jalan tersebut dengan batu-batuan.
Namun, perhatian dari pemerintah administratif setempat yang kurang, membuat minim sarana pendidikan dan kesehatan di desa tersebut. Pusat kesehatan setempat berada di desa Naringgul yang berjarak sekitar 3 Km. Tapi ada dokter atau bidan yang datang ke desa tersebut satu kali seminggu.
Jumat, 30 Maret 2012
maaf dari bumi...
tiap hari udaraku kau tebar polusi
tiap hari airku kau cemari
tiap hari tanahku kau gerusi
tiap hari hutanku kau gunduli
maaf ku tak bisa halau matahari lagi
maaf ku tak bisa halangi angin badai lagi
maaf ku tak bisa hentikan banjir longsor lagi
maaf ku tak bisa hindari es mencair lagi
aku tak biru seperti dulu
aku tak indah seperti dulu
aku tak seperti bumi yang dulu
Kamis, 29 Maret 2012
Sejarah Pasar di Jakarta
Pada saat VOC berkuasa di Indonesia, ada 6 pemilik pasar di Jakarta (Batavia dulunya). Agar persaingannya sehat, diberlakukan aturan yang isinya pasar yang mereka miliki hanya boleh beroperasi dalam satu hari saja tiap minggunya. Makanya ada yang namanya Pasar Minggu, Pasar Senen, Pasar Rebo dan Pasar Jumat. Pasar-pasar tersebut masih berdiri hingga saat ini. Hari Minggu saatnya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, untuk beroperasi. Pasar yang beroperasi hari Senin adalah Pasar Senen, ada di daerah Senen, Jakarta Pusat. Hari Rabu giliran Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang beroperasi. Walaupun tak sebesar yang lainnya, tapi Pasar Jumat, dekat Lebak Bulus, Jakarta Selatan, masih eksis sampai sekarang. Lalu bagaimana dengan Pasar Selasa, Pasar Kamis, dan Pasar Jumat?
Pasar yang beroperasi hari selasa berada di Utara Jakarta, tepatnya di Koja. Hari kamis giliran Pasar Mester, sesuai nama yang punya Meester Cornelis, yang beroperasi. Sekarang Pasar Mester berganti nama jadi Pasar Jatinegara. Pasar terakhir, pasar yang beroperasi hari sabtu adalah Pasar Tanah Abang.
Nah lengkap kan. Jadi dari hari senin sampai hari minggu. bukan cuma harinya yang berbeda, barang-barang yang dijual berbada pula. :-D
Jumat, 02 Maret 2012
gara-gara telat
Sore ini jam 16.30 ada kuliah. Nah lima belas menit sebelum jam kuliah dimulai, saya dan teman saya, gheza, baru akan melaksanakan sholat ashar. Tiba-tiba setan lewat dan berbisik "Maen PES yuk Laq!" kata gheza menantang. Merasa tertantang, saya bilang "Ayo ghez! 2011 apa 2012?". "2012" jawab gheza. "ya udah kita sholat dulu, maen satu game abis itu kuliah" untung malaikatnya masih lebih kuat. hahaha...
"Ayo sekali lagi!" ajak saya karena ketagihan, hahaha. pertandingan kedua pun berakhir dengan kemenangan juve, tim yang saya pake, 2-1 atas arsenal, tim yang dipake gheza. Selesai pertandingan seperti biasa salaman dulu, nunjukin sportivitas hehehe. "udah ah gw kuliah" saya berkata kepada gheza. "gw juga mau balik" jawab gheza. Jam menunjukan pukul 16.50. Segera saya menggunakan sepatu dan mengangkat tas untuk berangkat kuliah.
Sampai di depan kelas seperti biasa ngetok pintu, buka pintu dan segera memasukkan badan ke kelas. Tiba-tiba si dosen, pak Dar biasa ia disapa, menghentikan penjelasannya kepada mahasiswa-mahasiswanya, yang saat itu berjumlah lebih dari 60 orang, dan menatap kearah saya sambil tersenyum sinis. "coba tanya teman-teman kamu harus apa" kata pak Dar. Serempak mahasiswa satu ruangan menjawab "nyanyiii !". "oh, this is nightmare" kata saya dalam hati. "jangan nyanyi dong" jawab saya karena takut seisi ruangan terpukau dengan suara saya hahaha. Saya terdiam sejenak dan menatap balik pak Dar. Dengan nada tinggi pak Dar berkata "ayo ditanya mereka mau apa?". "duduk di depan" sahut beberapa mahasiswa. "Ya sudah sekarang kamu duduk di depan" pak Dar memperjelas. Akhirnya saya duduk di depan kelas dan pak Dar melanjutkan penjelasannya yang sempat tertunda akibat saya masuk ke kelas.
Karena malu duduk di depan, saya hanya bisa menatap slide demi slide yang dijelaskan pak Dar. Tiba-tiba pak Dar berhenti menjelaskan dan berkata "sepertinya kamu memperhatikan dengan serius". Saya cuma diam bingung mau jawab apa. "ya sudah sekarang kamu jelaskan ke teman-temanmu slide yang ini". "Oke pak, tapi saya baca dulu ya slidenya". Pak Dar terdiam. "Biar saya ngejelasinnya bener pak" coba memperjelas tujuan saya membaca terlebih dahulu slidenya. "Ya terserah kamu ! ! !".
Akhirnya saya menjelaskan apa yang ada di slide. Si bapak sepertinya terkesan dengan cara saya menjelaskan, hehehe ge-er dikit. "Bagus, lanjutkan ngejelasinnya." kata pak Dar. "Maksudnya pak?" jawab saya kebingungan. "Kamu ngejelasinnya bagus, kamu jadi asisten saya saja ngejelasin slide terus saya pulang" kata pak Dar sambil tersenyum dan mengusap punggung saya. "Ngga lah pak, saya masih perlu belajar" jawab saya merendah, hahaha. "Klo mau jadi asisten saya jangan telat ya" lanjut pak Dar. Saya cuma bisa menganggukkan kepala.
Saya kira udah sampe di situ aja pak Dar nyindir ketelatan saya. Tapi selama kuliah si pak Dar masih aja nyindir. Dan mahasiswa yang lain dengan puasnya tertawa setiap kali pak Dar nyindir saya.
Semoga ngga telat lagi. :))
Karena malu duduk di depan, saya hanya bisa menatap slide demi slide yang dijelaskan pak Dar. Tiba-tiba pak Dar berhenti menjelaskan dan berkata "sepertinya kamu memperhatikan dengan serius". Saya cuma diam bingung mau jawab apa. "ya sudah sekarang kamu jelaskan ke teman-temanmu slide yang ini". "Oke pak, tapi saya baca dulu ya slidenya". Pak Dar terdiam. "Biar saya ngejelasinnya bener pak" coba memperjelas tujuan saya membaca terlebih dahulu slidenya. "Ya terserah kamu ! ! !".
Akhirnya saya menjelaskan apa yang ada di slide. Si bapak sepertinya terkesan dengan cara saya menjelaskan, hehehe ge-er dikit. "Bagus, lanjutkan ngejelasinnya." kata pak Dar. "Maksudnya pak?" jawab saya kebingungan. "Kamu ngejelasinnya bagus, kamu jadi asisten saya saja ngejelasin slide terus saya pulang" kata pak Dar sambil tersenyum dan mengusap punggung saya. "Ngga lah pak, saya masih perlu belajar" jawab saya merendah, hahaha. "Klo mau jadi asisten saya jangan telat ya" lanjut pak Dar. Saya cuma bisa menganggukkan kepala.
Saya kira udah sampe di situ aja pak Dar nyindir ketelatan saya. Tapi selama kuliah si pak Dar masih aja nyindir. Dan mahasiswa yang lain dengan puasnya tertawa setiap kali pak Dar nyindir saya.
Semoga ngga telat lagi. :))
Selasa, 28 Februari 2012
Ebith Beat A- Cinta Hakiki
Pagi-pagi sambil siap-siap berangkat kuliah, dari laptop temen sekontrakan terdengar lagu yang dulu sering banget gw dengerin. Ni lagu ngingetin kita terhadap yang sesungguhnya.
Ebith Beat A- Cinta Hakiki
Ebith Beat A- Cinta Hakiki
Langganan:
Postingan (Atom)